Waspadai 9 Tanda-Tanda Kanker Serviks agar Bisa Segera Diatasi

2 min read

Tanda-Tanda Kanker Serviks – Bagi wanita Indonesia, kanker serviks merupakan pembunuh nomor satu dengan tingkat kematian 50%. Tingginya angka kematian disebabkan penyakit ini sering kali diketahui setelah stadium lanjut. Karena itu, kenalilah tanda-tanda kanker serviks agar bisa dideteksi lebih dini.

9 Gejala Kanker Serviks

Kanker Serviks
Tanda-Tanda Kanker Serviks | p2ptm.kemkes.go.id

Kanker serviks sering kali dianggap sebagai penyakit yang menyerang tiba-tiba, padahal gejala sudah muncul sejak awal terjadinya pertumbuhan sel abnormal. Anda bisa mendeteksi kanker serviks dari 9 tanda berikut.

1. Cairan Abnormal

Cairan abnormal yang keluar dari organ kewanitaan berasal dari sel-sel rahim yang terganggu ketika kanker mulai berkembang di dalam serviks.

2. Tumbuh Kutil

Infeksi HPV (human papillomavirus) juga ditandai dengan munculnya kutil di sekitar area kewanitaan yang dapat meningkatkan risiko wanita terkena kanker serviks.

3. Perdarahan Abnormal

Keluarnya darah dari organ kewanitaan selain menstruasi harus diwaspadai sebagai gejala adanya pertumbuhan dan pembelahan sel abnormal di dalam serviks akibat infeksi HPV.

4. Anemia

Gejala khas anemia, seperti kulit tampak pucat dan tubuh menjadi mudah lelah dan lemas juga harus diwaspadai sebagai gejala kanker serviks.

5. Saluran Kemih Bermasalah

Infeksi HPV bisa menyebabkan serviks membengkak sehingga menekan kandung kemih dan ginjal. Akibatnya, proses pengeluaran urine menjadi terhambat.

6. Nyeri Kaki, Pinggul, dan Pinggang

Pembengkakan serviks mengakibatkan pembunuh vena memadat sehingga darah tidak dapat mencapai pinggul atau tungkai dan mengakibatkan nyeri.

7. Berat Badan Turun

Serangan sel kanker yang makin ganas menyebabkan hilangnya nafsu makan. Lama-kelamaan, berat badan penderita pun menurun.

8. Nyeri saat Melakukan Hubungan Intim

Meskipun bisa disebabkan hal lain, rasa nyeri pada organ kewanitaan ketika melakukan hubungan intim harus diwaspadai sebagai salah satu gejala kanker serviks.

9. Tulang Rapuh

Pada kanker serviks stadium lanjut, gejala yang timbul semakin serius, salah satunya adalah kerapuhan tulang.

Pencegahan Kanker Serviks

Kanker Serviks
Pencegahan Kanker Serviks | hellosehat.com

Kebanyakan penyakit kanker serviks baru diketahui setelah mencapai stadium lanjut dan mengakibatkan kematian. Padahal, kanker serviks dapat dicegah dengan melakukan lima hal berikut.

1. Pemeriksaan Pap Smear

Pap smear sebaiknya diakukan setiap tiga tahun sekali, dimulai pada usia 21 tahun. Setelah berusia 30 tahun, pap smear dilakukan setiap 5 tahun sekali disertai tes HPV.

2. Vaksinasi HPV

Idealnya, vaksin HPV diberikan pada usia 9–26 tahun dan belum pernah melakukan hubungan intim. Namun, vaksinasi juga penting bagi yang sudah pernah berhubungan intim setelah didahului pemeriksaan pap smear.

3. Tidak Merokok

Rokok mengandung racun yang bersifat oksidatif sehingga bisa memicu munculnya sel kanker. Karena itu, hindari merokok untuk mencegah kanker serviks.

4. Melakukan Hubungan Intim dengan Aman

Virus HPV menyebar melalui hubungan intim yang tidak aman, termasuk bergonta-ganti pasangan, jadi lakukanlah hanya dengan pasangan sah.

5. Menjaga Kebersihan Organ Kewanitaan

Kanker serviks juga dapat dicegah dengan menjaga kebersihan organ kewanitaan, terutama ketika menstruasi atau mengalami keputihan menggunakan cairan antiseptik.

Tanda-Tanda Kanker Serviks pada Remaja

Tanda-Tanda Kanker Serviks
Kanker Serviks Pada Remaja | hellosehat.com

Pada umumnya, kanker serviks menyerang wanita yang berusia 50 tahun ke atas atau wanita yang menikah/hamil pada usia dini. Karena itu, bukan tidak mungkin kanker ini juga menyerang usia remaja, baik yang menikah dini maupun yang pernah berhubungan intim.

Virus HPV menular melalui sentuhan dan cairan yang terjadi pada saat melakukan hubungan intim. Artinya, sangat kecil kemungkinan seorang remaja yang tidak pernah berhubungan intim menderita kanker serviks. Meski demikian, setiap remaja tetap harus waspada.

Gejala kanker serviks yang menyerang wanita usia remaja tidak berbeda dengan pada wanita dewasa. Pada awalnya, biasanya akan timbul demam dan nyeri sendi, lalu diikuti perdarahan di luar menstruasi, pusing, mudah lelah, nyeri perut, kaki bengkak, dan berat badan turun drastis.


Salah satu cara efektif untuk menurunkan risiko kematian akibat kanker serviks adalah dengan mengenali tanda-tanda kanker serviks sejak dini sehingga bisa segera diatasi. Namun, yang tidak kalah penting adalah meningkatkan kepedulian dan melakukan tindak pencegahan.