7 Penyebab Perut Kembung dan Cara Mengatasinya

2 min read

Penyebab Perut Kembung – Pernahkah Anda merasa begah dan tidak nyaman pada bagian perut seolah-olah perut terasa penuh dan ingin buang angin? Perut kembung memang merupakan keadaan yang biasa dialami terutama ketika masuk angin. Namun, jangan sepelekan masalah ini karena penyebab perut kembung bisa bermacam-macam.

Apa Itu Perut Kembung?

Perut Kembung
Perut Kembung | indopos.co.id

Perut kembung adalah keadaan dimana lambung dan usus berisi gas sehingga perut terasa penuh dan mengeras. Ketika perut berisi gas, Anda akan mearasakan sensasi tidak nyaman dan merasa mual, ingin muntah, buang angina, atau bersendawa.

Penyebab Perut Kembung

Penyebab Perut Kembung
Perut Kembung | indopos.co.id

Ada beberapa hal yang menyebabkan perut terisi gas dan menjadi terasa penuh. Salah satunya adalah ketika Anda makan terlalu cepat. Ketika Anda sedang makan dan minum, udara akan ikut masuk meskipun dalam jumlah yang sedikit.

Mengunyah permen karet dan mengonsumsi minuman bersoda juga menyumbangkan gas pada perut. Akan tetapi, gas tersebut akan dikeluarkan ketika Anda buang angin atau bersendawa.

Berikut adalah beberapa penyebab umum perut kembung:

1. Memakan Makanan yang Banyak Mengandung Gas

Makanan adalah salah satu faktor yang pada umumnya dapat membuat Anda merasa kembung. Beberapa makanan mengandung banyak gas seperti kubis, kismis, brokoli, kacang polong, kacang-kacangan, buah plum, apel dan lain-lain akan membuat perut Anda menjadi kembung.

Bukan hanya sayur dan buah alami saja, makanan olahan yang mengandung sorbitol dan fruktosan seperti dalam jus buah juga dapat membuat perut Anda kembung.

2. Masuk Angin

Perut kembung biasanya diidentikkan dengan masuk angin. Soalnya, sebagian orang menganggp bahwa masuk angin adalah kondisi di mana gas terlalu banyak masuk ke dalam tubuh.

Sebenarnya masuk angin bukan merupakan penyakit. Bahkan Anda tidak akan menemukan masuk angina dalam istilah medis. Kondisi medis yang serupa dengan masuk angin adalah aerofagia.

3. Maag

Maag merupakan masalah yang terjadi pada lambung. Maag terjadi akibat dari peradangan lapisan dalam lambung yang membuat perut terasa kembung, perih, dan membuat Anda merasa mual.

4. Intoleransi Laktosa

Apakah Anda merasakan sensasi tidak nyaman setelah meminum susu? Mungkin saja Anda mengalami intoleransi laktosa yaitu keadaan dimana sistem pencernaan merasa kesulitan dalam mencerna laktosa atau gula yang terdapat pada susu dan produk olahan susu.

5. Sembelit

Apabila Anda buang air besar kurang dari 3 kali dalam seminggu, itulah tanda terjadinya sembelit. Sembelit biasanya dialami oleh wanita hamil, orang yang kelebihan berat badan, dan lansia.

6. Penyakit Asam Lambung

Penyakit ini seringkali dianggap sama dengan maag padahal sebenarnya berbeda. Penyakit asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah suatu kondisi dimana asam lambung naik ke kerongkongan dan menyebabkan sensasi nyeri di bagian ulu hati.

7. Irritable Bowel Syndrome (IBS)

IBS adalah penyakit yang menganggu pencernaan dan mempengaruhi kerja usus besar.

Cara Mengatasi Perut Kembung

Penyebab Perut Kembung
Perut Kembung | lifestyle.okezone.com

Berikut cara mengatasi perut kembung yang dapat Anda lakukan sendiri di rumah.

  • Makanlah dengan porsi yang sesuai dan kunyahlah makanan hingga benar-benar hancur.
  • Jangan makan terlalu cepat.
  • Konsumsi buah yang mengandung potassium seperti pisang.
  • Jangan minum menggunakan sedotan.
  • Hindari makan sambil berbicara.
  • Hindari konsumsi permen karet.
  • Jangan minum minuman berkarbonasi.
  • Hindari makan sayuran yang banyak mengandung gas seperti kubis.
  • Konsumsi probiotik.
  • Hindari prodak olahan susu yang mengandung laktosa.
  • Pijat area perut dengan cara menekan jari-jari di dekat pinggul kanan. Kemudian lakukan pijatan ke arah tulang rusuk secara melintang dan menurun di area usus besar.

Meskipun perut kembung bukan merupakan masalah yang serius dan berbahaya, ada baiknya Anda melakukan tindakan pencegahan. Mengetahui penyebab perut kembung dapat membantu Anda meminimalisasi risiko masalah ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *