Penyakit Vertigo: Gejala, Diagnosis, dan Pengobatannya

1 min read

Penyakit Vertigo – Orang cenderung menganggap bahwa penyakit vertigo tidak harus ditanggapi dengan serius. Pasalnya, vertigo sendiri ditandai dengan keadaan saat penderitanya merasa bahwa segala hal di sekitarnya melayang dan tidak seimbang.

Vertigo sendiri merupakan kondisi penyakit umum dan bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari gaya hidup yang tidak sehat, hingga tumor.

Namun, vertigo bisa membahayakan karena ketidakseimbangan itu dapat mengganggu aktivitas penderita, bahkan menyebabkan kecelakaan. Maka dari itu, Anda harus bisa membedakan antara gejala pusing biasa dan juga vertigo.

Gejala Vertigo Awal

Gejala Penyakit Vertigo

Penyakit vertigo ditandai dengan beberapa hal seperti di bawah ini:

1. Pusing

Kepala terasa berputar-putar dan membuat Anda merasa bingung. Padahal, Anda tidak kurang tidur atau kurang makan.

2. Mual dan muntah

Akibat rasa pusing tersebut, Anda pun akan merasa mual dan ingin muntah. Kondisi ini akan membuat Anda merasa lemas dan tidak bertenaga.

3. Nistagmus dan tinnitus

Nistagmus merupakan kondisi saat pergerakan mata tidak normal. Sementara itu tinnitus adalah kondisi telinga yang berdengung. Keduanya amat mengganggu dan membuat Anda tak dapat beraktivitas normal bahkan stress.

Cara Mendiagnosis Vertigo

Gejala Penyakit Vertigo

Bila Anda telah mengalami gejala di atas, sebaiknya langsung konsultasikan diri Anda ke dokter untuk mengetahui apakah gejala yang dirasakan merupakan pertanda vertigo. Dokter akan melakukan beberapa tindakan seperti ini:

1. Tes impuls

Dalam tes ini pasien harus berfokus untuk menatap bagian ujung hidung dokter. Kepala pasien sendiri digerakkan dengan cepat. Fokus pasien pada ujung hidung menandakan tidak adanya masalah vertigo. Sementara itu, apabila pasien kehilangan fokus, maka berarti pasien berpotensi terkena vertigo.

2. Tes unterberger

Pasien diminta untuk berdiri serta mengangkat lutut sambil jalan di tempat selama 30 detik. Mata pasien diharuskan untuk terpejam. Mereka yang mengalami vertigo tidak akan berjalan lurus dan justru berputar ke samping.

3. Tes romberg

Pada tes ini, pasien harus berdiri dengan kaki yang rapat. Setelah itu, mata ditutup selama 30 detik. Apabila pasien terjatuh atau tidak seimbang, maka kemungkinan besar pasien menderita penyakit vertigo.

4. Pemeriksaan THT

Dokter akan memeriksa bagian telinga pasien. Pasalnya, di dalam telinga, terdapat tulang lunak yang berguna untuk menjaga keseimbangan kita. Apabila ada masalah di sana, hal tersebut juga dapat menyebabkan vertigo.

Bila kondisi pasien perlu penanganan serius, maka dokter juga akan melakukan tes lain seperti tes CT Scan, MRI, dan lain sebagainya untuk mendeteksi apakah ada penyakit yang lebih parah seperti kanker otak misalnya.

Pengobatan Penyakit Vertigo

Penyakit Vertigo
Man having a headache at home

Vertigo dapat diobati dengan beberapa cara, mulai dari mengubah beberapa kebiasaan hingga penanganan serius dari dokter. Inilah beberapa cara pengobatan vertigo yang biasa dilakukan

  • Mengurangi konsumsi garam, gula, dan kafein. Akan lebih baik bila Anda menambah asupan air mineral.
  • Akupuntur yang dilakukan dengan pengawasan dokter atau ahli kesehatan.
  • Pemberian obat-obatan seperti misalnya lorazepam dan meclizine.
  • Fisioterapi.
  • Operasi. Tindakan yang terakhir ini dilakukan bila ada indikasi seperti tumor otak dan lain sebagainya.
  • Berhati-hati saat menggerakkan kepala.
  • Tidur dengan menggunakan bantal.
  • Kurangi peregangan pada bagian leher.
  • Jangan terlalu banyak menundukkan kepala.
  • Kurangi begadang karena begadang akan memperparah vertigo.

Itulah beberapa hal yang harus Anda ketahui terkait penyakit vertigo. Segera tangani agar penyakit tersebut tidak membahayakan aktivitas Anda dan supaya sumbernya dapat diketahui lebih cepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *