Penyakit Kanker Serviks, Pembunuh Utama Wanita Indonesia

2 min read

Penyakit Kanker Serviks – Indonesia menempati urutan pertama sebagai negara dengan jumlah kasus kanker serviks terbanyak di Asia Tenggara. Setiap hari, sebanyak 26 wanita Indonesia meninggal akibat penyakit kanker serviks. Karena itu, sangat penting untuk mengetahui seluk-beluk penyakit ini.

Pengertian Kanker Serviks

Penyakit Kanker Serviks
Penyakit Kanker Serviks | honestdocs.id

Kanker serviks adalah kanker yang menyerang sel-sel di dalam serviks (leher rahim). Serviks sendiri adalah bagian bawah rahim yang terhubung ke organ kewanitaan dan berfungsi memproduksi lendir.

Berdasarkan tingkat penyebarannya, kanker serviks dibedakan menjadi stadium 1, 2, 3, dan 4 dengan ciri:
– Stadium 1: sel kanker hanya tumbuh di permukaan leher rahim;

– Stadium 2: sel kanker sudah menyebar ke rahim, tetapi belum sampai ke bagian bawah organ intim atau dinding panggul;

– Stadium 3: sel kanker sudah menyebar ke bagian bawah organ intim dan menekan saluran kemih; serta

– Stadium 4: sel kanker sudah menyebar ke organ lain, seperti kandung kemih, hati, usus, tulang, atau paru-paru.

6 Penyebab Kanker Serviks

Penyakit Kanker Serviks
Penyakit Kanker Serviks | wajibbaca.com

Seperti kanker lain, penyebab kanker serviks belum diketahui secara pasti. Meski demikian, ada enam faktor pemicu munculnya kanker serviks yang perlu Anda waspadai, yaitu sebagai berikut.

1. Perubahan keseimbangan hormon: adanya peningkatan hormon estrogen.

2. Siklus menstruasi yang terlalu panjang: jika menstruasi dimulai sebelum usia 1 tahun dan berakhir sebelum usia menopause (45–55 tahun)

3. Belum pernah hamil: bukan berarti wanita yang sudah pernah hamil tidak bisa terserang kanker serviks, karena wanita yang hamil pertama di atas usia 30 tahun juga berisiko.

4. Usia: makin tua usia wanita, makin besar pula risikonya sehingga sering kali kanker serviks dijumpai pada usia menopause.

5. Obesitas: kelebihan lemak dapat menyebabkan perubahan keseimbangan hormon.

6. Terapi kanker payudara: obat terapi hormon untuk kanker payudara, tamoxifen, meningkatkan risiko terjadinya kanker serviks.

Pengobatan Kanker Serviks

Kanker Serviks
Penyakit Kanker Serviks | moneysmart.id

Jika terdeteksi sejak dini, kanker serviks bisa disembuhkan. Namun, pengobatannya tergantung pada stadiumnya. Lalu, apa saja metode pengobatan kanker serviks? Berikut penjelasannya.

1. Operasi

Metode ini paling sesuai untuk kanker serviks stadium awal. Kelebihan operasi adalah dapat membersihkan lesi kanker, durasinya singkat, tetapi menimbulkan luka dan rawan terjadi komplikasi, seperti pendarahan, infeksi pelvis, kista limfa, dan (infeksi saluran kemih) ISK.

Ada tiga jenis operasi kanker serviks, yaitu:

a. Trakelektomi radikal: pengangkatan leher rahim beserta jaringan sekitarnya dan bagian atas organ intim;

b. Histerektomi: pengangkatan leher rahim, rahim, atau juga ovarium dan tuba falopi, tergantung stadium kankernya.

c. Eksenterasi panggul: operasi besar untuk mengangkat seluruh leher rahim, organ intim, rahim, kandung kemih, ovarium, tuba falopi, dan rektum.

2. Radioterapi

Cara ini bisa dilakukan pada semua pasien kanker serviks, termasuk pada kanker stadium lanjut, pasien usia lanjut, dan pasien dengan gangguan jantung. Radioterapi bisa menyebabkan komplikasi infeksi usus dan kandung kemih.

3. Kemoterapi Sistemik

Metode ini paling banyak digunakan karena kebanyakan pasien kanker serviks datang dalam kondisi stadium lanjut sehingga tidak mungkin lagi dilakukan operasi. Namun, obat kemoterapi memiliki efek samping yang besar, seperti merusak sel normal sehingga imunitas menurun.

Pencegah Kanker Serviks

Penyakit Kanker Serviks
Penyakit Kanker Serviks | piah.com

Mengingat bahaya dan pengobatan yang sulit dan tentunya mahal, alangkah lebih baik jika setiap wanita mulai melakukan tindakan untuk mencegah kanker serviks, dengan cara berikut ini.

1. Melakukan vaksinasi HPV: makin muda seseorang mendapatkan vaksin HPV, makin efektif kerja vaksin. Anak perempuan usia 9 tahun disarankan sudah mendapatkan vaksin HPV.

2. Menjalani tes pap smear: untuk memeriksa keadaan sel-sel pada serviks sehingga jika terjadi perubahan bisa dideteksi lebih dini. Pada wanita usia 30 tahun ke atas, pap smear dikombinasikan dengan tes HPV.


Di Indonesia, kasus kejadian penyakit kanker serviks ini masih cukup tinggi. Oleh karena itu, edukasi dan kampanye kepedulian mengenai penyakit berbahaya ini masih harus terus ditingkatkan agar angka kejadian dan kematian bisa diturunkan.