Kenali Jenis-Jenis Penyakit Darah yang Perlu Diwaspadai

2 min read

Penyakit Darah – Darah terdiri dari empat komponen utama, yaitu sel darah merah, sel darah putih, trombosit, dan plasma. Jika terjadi gangguan pada komponen tersebut, timbullah penyakit darah. Terjadinya ketidakseimbangan dalam darah bisa memicu masalah serius pada kesehatan.

Penyakit Hematologi

Penyakit Darah
Penyakit Hematologi | doktersehat.com

Penyakit darah disebut juga penyakit hematologi atau gangguan hematologi. Penyakit ini ada banyak jenisnya, dari yang ringan hingga yang mengancam jiwa. Berikut ini beberapa jenis penyakit kelainan darah yang perlu diwaspadai.

1. Anemia

Anemia merupakan jenis kelainan darah yang paling sering terjadi, yaitu ketika jumlah sel darah merah kurang dari seharusnya. Meski tergolong penyakit ringan, jika tidak ditangani, anemia bisa menyebabkan nyeri, kesulitan bernapas, kulit pucat, dan tubuh lemas.

2. Kanker Darah

Kanker darah adalah jenis kanker yang menyerang produksi dan fungsi sel darah normal dan biasanya berawal dari sumsum tulang belakang yang merupakan tempat memproduksi darah. Saat ini, dikenal tiga jenis kanker darah, yaitu leukemia, mieloma, dan limfoma.

3. Talasemia

Penyakit ini bersifat genetik dan ditandai adanya ketidaknormalan pada sel darah merah, yaitu menurunnya jumlah protein yang ada di dalam sel darah merah (hemoglobin). Akibatnya, tingkat oksigen dalam tubuh rendah dan fungsi organ-organ pun terganggu.

4. Hemofilia

Hemofilia merupakan penyakit keturunan yang menyebabkan darah sulit membeku sehingga jika terjadi luka, tubuh mengalami perdarahan terus-menerus. Kelainan ini disebabkan kurangnya protein tertentu yang dibutuhkan dalam proses pembekuan darah.

5. Idiopathic Thrombocytopenic Purpura (ITP)

Penyakit ITP adalah kelainan autoimun yang memengaruhi jumlah keping darah (trombosit) yang membantu proses pembekuan darah. Penderita ITP mudah mengalami memar atau perdarahan berlebihan.

Kanker Darah

Darah
Kanker Darah | golansia.com

Kanker terjadi ketika sel-sel tubuh mengalami pertumbuhan yang tidak terkendali. Jika menyerang darah, kanker menyebabkan produksi dan fungsi darah menjadi terganggu. Kanker darah disebut juga kanker hematologi dan bisa menyerang bagian darah yang berbeda.

Banyak orang yang mengidentikkan kanker darah dengan leukemia. Padahal, leukemia hanyalah salah satu jenis kanker darah, selain mieloma dan limfoma. Apa perbedaan ketiga jenis kanker ini? Simak penjelasannya.

1. Leukemia

Leukemia adalah jenis kanker darah yang menyerang sumsum tulang belakang sehingga sel darah putih diproduksi secara abnormal dan menyebabkan tubuh tak mampu melawan infeksi. Sel kanker leukemia juga menghancurkan dan merusak leukosit yang sudah ada.

Leukemia bisa bersifat akut maupun kronis dan lebih sering terjadi pada anak-anak serta orang tua. Penyakit ini tergolong sulit disembuhkan. Hingga sekarang, perawatan utama yang bisa dilakukan adalah kemoterapi dan transplantasi sel induk.

Meski gejalanya sulit dikenali, waspadalah jika Anda mengalami anemia, sering memar, mimisan, atau gusi berdarah, mudah sakit, dan nyeri sendi dan area tulang belakang, tidak nafsu makan, berat badan turun drastis, dan mengeluarkan keringat berlebih di malam hari.

2. Mieloma

Mieloma merupakan kanker darah yang sering terjadi setelah leukemia. Kanker ini menyerang sel plasma darah yang berfungsi menghasilkan antibodi (immunoglobulin). Akibatnya, jumlah sel darah sangat rendah dan sistem imun tubuh menjadi terganggu.

Beberapa gejala mieloma yang khas, di antaranya adalah anemia, sering mengalami perdarahan dan memar, tulang mudah patah karena kekurangan kalsium, kaki bengkak, dan gangguan atau kerusakan yang terjadi pada ginjal.

3. Limfoma

Limfoma adalah kanker darah yang menyerang sistem limfatik, termasuk kelenjar getah bening, limpa, timus, serta sumsum tulang. Sama seperti jenis kanker darah lainnya, limfoma menyebabkan sistem kekebalan tubuh melemah.

Beberapa gejala yang timbul akibat limfoma adalah terdapat tonjolan di bawah kulit, leher, selangkangan, atau ketiak; demam dan menggigil; batuk yang sulit sembuh; sesak napas; gatal-gatal; nyeri tulang dan punggung; berkeringat di malam hari; tubuh lemah dan lesu.


Mengingat fungsi darah sebagai pembawa oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh, maka gangguan pada darah akan mengakibatkan fungsi organ tubuh pun terganggu. Karena itu, jangan sepelekan penyakit darah. Jika terjadi gejala yang mencurigakan, segeralah berkonsultasi kepada dokter.