Gejala-Gejala Kanker Tenggorokan dan Cara Mengobatinya

1 min read

Gejala Kanker Tenggorokan

Kanker Tenggorokan – Terdapat banyak tipe kanker tenggorokan. Sebutlah karsinoma sel skuamosa dan adenokarsinoma yang dibedakan menurut jenis sel kanker. Ada pula kanker tonsil, laring, dan faring yang dibedakan sesuai dengan area yang dijangkiti.

Kanker faring sendiri ada tiga jenis, yakni kanker hipofaring, orofaring, dan nasofaring. Ketiga jenis ini dibagi berdasarkan bagian tenggorokan yang diserang; apakah bawah, tengah, atau atas.

Dalam artikel ini, Anda tak akan menemukan uraian spesifik yang mendalam tentang masing-masing jenis kanker, melainkan hal-hal yang berkenaan dengan penyakit ini secara umum. Hal-hal tersebut yaitu gejala, faktor yang dapat meningkatkan risiko, dan cara penanganan kanker.

Berikut penjelasan mengenai hal-hal tersebut.

Gejala Kanker Tenggorokan

Gejala Kanker Tenggorokan
Kanker Tenggorokan | hellosehat.com

Tanda-tanda seseorang yang terkena kanker tenggorokan dapat berbeda dengan orang lainnya. Namun, penyakit yang menduduki peringkat keempat yang banyak diderita di Indonesia ini memiliki indikasi-indikasi umum. Indikasinya antara lain adalah sebagai berikut.

  1. Sulit menelan.
  2. Suara berubah, menjadi serak atau bicara tak jelas.
  3. Batuk kronis.
  4. Tenggorokan sakit.
  5. Telinga berdengung atau sakit.
  6. Tumbuh benjolan yang sulit sembuh.
  7. Berat badan menurun tanpa sebab.
  8. Terdapat pembengkakan pada leher, mata, rahang, atau tenggorokan.

Faktor Risiko Kanker Tenggorokan

Kanker Tenggorokan
Kanker Tenggorokan | catatanmini.com

Terjadinya kanker disebabkan oleh sel-sel yang bermutasi. Begitu pula dengan kanker tenggorokan. Akan tetapi, penyebab bagaimana mekanisme sel-sel tersebut dapat bermutasi, hingga saat ini belum dapat diketahui. Dengan kata lain, belum ditemukan penyebab kanker.

Hal yang dapat diwaspadai adalah faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena kanker tenggorokan. Beberapa di antaranya meliputi:

  1. Kebiasaan buruk merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol
  2. Tak terjaganya kesehatan gigi
  3. Kurang asupan sayur dan buah-buahan
  4. Terjangkit infeksi human papillomavirus (HPV) dan penyakit asam lambung.

Pengobatan Kanker Tenggorokan

Kanker Tenggorokan
Kanker Tenggorokan | jellygamatasliplusherbal.strikingly.com

Tingkat penyebaran sel-sel kanker dikenal dengan istilah stadium, dimulai dari stadium 0 hingga 4. Makin tinggi angkanya, menandakan makin luasnya sel-sel kanker tersebut menyebar.

Oleh karena stadium-stadium tersebut tak sama satu dengan yang lainnya, pengobatan dan penanganan masing-masing pun berbeda. Secara umum, penderita kanker tenggorokan akan menjalani beberapa macam pengobatan yang meliputi:

  1. Radioterapi, efektif untuk penderita kanker stadium awal dan dapat mengurangi gejala serta memperlambat berkembangnya sel kanker untuk pasiem stadium lanjut.
  2. Kemoterapi, obat-obatannya sering menjadi kombinasi radioterapi namun memiliki efek samping.
  3. Pembedahan, dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan tempat tumbuh kanker dan stadiumnya. Di antaranya:
    • Operasi pengangkatan dengan cara endoskopi, disarankan untuk penderita kanker stadium awal.
    • Laringektomi, untuk penderita kanker kotak suara.
    • Faringektomi, untuk mengangkat sebagian atau seluruh tenggorokan.
    • Presedur pengangkatan bagian leher yang ditumbuhi kanker, dilakukan bila kanker telah menyebar luas.
  4. Obat-obatan, biasanya menggunakan cetuximab yang berguna untuk menghambat pertumbuhan kanker.

Tak ada yang sempurna di dunia ini, begitu pula dengan empat metode penanganan kanker tenggorokan di atas. Komplikasi dan efek samping dapat terjadi selama penderita mendapat perawatan. Contohnya adalah adanya gangguan makan dan kemampuan berbicara.

Pastikan diskusi menyeluruh telah dilakukan dengan dokter yang menangani agar penderita memahami betul apa yang akan dihadapinya.

Di samping perlakuan medis, menghentikan total kebiasaan merokok dan mengonsumsi minuman keras juga dapat membantu optimalisasi pemulihan kanker tenggorokan.

Karena kedua kebiasaan buruk ini termasuk ke dalam faktor risiko, maka meninggalkannya sama sekali akan membantu penderita agar segera pulih.


Demikian uraian tentang gejala, faktor risiko, dan pengobatan kanker tenggorokan. Semoga setelah mengetahuinya, banyak orang dapat terhindar dari penyakit ini. Iringi informasi ini dengan menerapkan gaya hidup sehat pula sedini mungkin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *