Kanker Paru-paru, Penyebab, Cara Mencegah, dan Pengobatannya

2 min read

Kanker Paru-paru – Kanker paru-paru adalah salah satu jenis kanker dengan kasus mencapai 150 ribu per tahun di Indonesia. Penyakit ini kerap dikaitkan dengan kebiasaan merokok. Namun, sebenarnya penyakit ini juga dapat menjangkiti mereka yang tidak merokok secara aktif. Berikut ini ulasan lengkap tentang penyebab kanker paru-paru, pencegahan, dan langkah penanganannya.

Penyebab Kanker Paru-paru Selain Merokok

Merokok diyakini sebagai penyebab utama kanker paru-paru. Namun, tidak setiap kasus kanker paru-paru terjadi pada perokok atau orang yang pernah merokok. Menurut sejumlah peneliti, penyebab kanker paru-paru terdiri atas bermacam-macam faktor.
Inilah faktor risiko kanker paru-paru:

1. Bahan kimia di tempat kerja

Kanker Paru-paru

Beberapa bahan kimia dapat meningkatkan risiko kanker seperti asbes dan silika. Asbes dahulu kerap digunakan dalam industri konstruksi dan perkapalan. Saat ini penggunaan asbes sudah dihentikan. Akan tetapi, orang-orang yang bekerja pada sektor konstruksi di gedung-gedung tua kemungkinan masih berinteraksi dengan bahan kimia tersebut.

2. Polusi udara

Kanker Paru-paru

Polusi udara merupakan salah satu faktor penyumbang kanker paru-paru. Semakin tinggi tingkat polusi udara, semakin besar risikonya. Polusi udara dari asap pabrik dan kendaraan akan memberikan dampak buruk bagi kesehatan seperti asap rokok.

3. Paparan gas radon

Penyakit Paru-paru

Gas radon merupakan gas radioaktif alami dari sejumlah kecil uranium pada batuan dan tanah. Gas tersebut dapat terbentuk di dalam bangunan atau rumah, masuk melalui pipa, saluran air, dan celah-celah fondasi. Keberadaan gas radon tidak dapat diketahui secara kasat mata, tetapi bisa dideteksi dengan alat pengujian yang tersedia di toko peralatan rumah.

4. Pernah mengalami penyakit paru-paru

Kanker Paru-paru

Penyakit paru-paru yang pernah dialami dapat memperbesar risiko terkena kanker paru-paru. Misalnya penyakit tuberkulosis yang menimbulkan jaringan parut pada paru-paru atau penyakit saluran pernafasan kronis seperti bronkhitis dan emfisema.

Orang yang pernah menderita penyakit tersebut memiliki risiko terkena kanker paru-paru lebih tinggi dari yang lainnya.

Pencegahan Kanker Paru paru

Kanker paru-paru dapat dicegah dengan beberapa macam cara, antara lain:

1. Tidak merokok dan hindari asap rokok

Kanker Paru-paru

Cara utama untuk mencegah kanker paru-paru yaitu dengan tidak merokok dan menjauhkan diri dari asap rokok. Tentu Anda sudah mengetahui bahwa perokok pasif memiliki risiko lebih tinggi mengidap penyakit akibat asap rokok dibandingkan perokok aktif. Sehingga, sebisa mungkin jauhi perokok aktif di sekitar Anda.

2. Memilih menu makanan sehat

Penyakit Paru-paru

Usahakan mengonsumsi makanan sehat setiap hari. Pilih makanan yang rendah lemak dan kaya serat seperti buah dan sayuran. Buah yang dapat dipilih misalnya pepaya, jeruk, dan buah persik. Hindari mengonsumsi suplemen kesehatan dan vitamin berbentuk pil atau tablet agar jauh dari efek samping obat-obatan.

3. Olahraga secara teratur

Kanker Paru-paru

Lakukan olahraga secara teratur. Mulailah secara bertahap jika Anda belum membiasakannya. Idealnya, olahraga dilakukan antara 2 hingga 3 jam setiap minggu.

Pengobatan Kanker Paru paru

Penyakit Paru-paru

Pengobatan kanker paru-paru dibedakan menurut jenis, besarnya kanker, posisi, dan stadium kanker penderita. Selain itu, kondisi kesehatan penderita juga menentukan pengobatan yang akan dijalani.

Penanganan dengan cara operasi, dapat dijalankan jika kanker baru menjangkiti satu sisi paru-paru dan belum menyebar. Operasi juga hanya dapat dilakukan ketika kondisi penderita memungkinkan.

Tindakan operasi dilakukan untuk mengangkat kanker paru-paru dan sebagian jaringan sehat di sekitarnya, untuk mengantisipasi kemungkinan adanya sel kanker yang menyebar. Selain operasi, pengobatan radioterapi juga bisa dijalankan.

Radioterapi adalah tindakan dengan menggunakan energi radiasi untuk membunuh sel kanker yang tersisa. Penanganan ini dilakukan untuk meredakan gejala dan rasa sakit serta menghambat penyebaran kanker.

Di samping itu, penanganan kanker juga dapat dilakukan dengan kemoterapi secara berkala, terapi fotodinamik, terapi biologis, kyroterapi, dan ablasi radio frekuensi.


Nah, setelah mengetahui penyebab, pencegahan, dan pengobatan kanker paru paru, diharapkan Anda lebih awas dengan penyakit tersebut. Lebih baik mencegah daripada mengobati, harus menjadi prinsip utama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *