Mengenali Jenis dan Gejala Sakit Kepala

2 min read

Gejala Sakit Kepala – Sakit kepala terus-menerus dan tak kunjung sembuh atau kronis, juga bisa disebut sebagai sakit kepala berkepanjangan. Kondisi tersebut ditandai dengan gejala sakit kepala yang berlangsung minimal 15 hari dalam satu bulan, yang terjadi selama tiga bulan berturut-turut.

Menurut medis, penyebabnya dikelompokkan menjadi dua. Yang pertama, yaitu sakit kepala kronis primer atau sakit kepala murni tanpa adanya penyakit dasar lain yang menyebabkan sakit kepala.

Sedangkan yang kedua adalah sakit kepala kronis non-primer, yaitu sakit kepala kronis yang diakibatkan atau dipicu dari penyakit lain.

Mengenali Gejala yang Timbul

Sakit Kepala
Gejala Sakit Kepala | hellosehat.com

Umumnya, kasus sakit kepala kronis primer yang tidak diketahui penyebabnya. Sedangkan, sakit kepala kronis non-primer, memiliki beberapa kemungkinan penyebab, antara lain infeksi, peradangan atau gangguan pembuluh darah otak, tumor otak, cedera, dan gangguan tekanan pada otak.

Berikut beberapa jenis sakit kepala terus-menerus yang sering dikeluhkan, antara lain sebagai berikut.

1. Sakit kepala tegang kronis

Sakit kepala yang satu ini ditandai dengan gejala rasa sakit yang menekan pada dua sisi kepala. Intensitasnya dari yang ringan hingga menengah.

Sakit kepala ini terjadi secara kronis tanpa pemicu aktivitas fisik. Sebagian orang mengalami peningkatan sensitivitas di kepalanya apabila disentuh.

2. Migrain kronis

Migrain jenis ini terjadi apabila seseorang yang pernah mengalami migrain sebelumnya. Dapat dikenali dengan gejala berupa sakit kepala pada satu atau dua sisi kepala dengan sensasi berdenyut.

Kemungkinan menyebabkan rasa sakit menengah hingga sakit luar biasa. Migrain kronis dapat dipicu oleh adanya aktivitas fisik rutin. Kondisi tersebut juga mungkin diiringi dengan mual, muntah, dan sensitif terhadap suara serta cahaya.

3. Sakit kepala yang baru terasa dan terjadi secara kontinyu

Sakit Kepala
Gejala Sakit Kepala | klikdokter.com

Sakit kepala jenis ini pada dasarnya muncul mendadak dengan gejala sakit kepala yang menekan atau kepala terasa mengencang.

Rasa sakitnya mulai dari ringan hingga menengah, tanpa dipengaruhi oleh aktivitas tertentu. Biasanya terjadi selama tiga hari berturut-turut pada serangan pertama.

4. Hemicrania continua

Diawali dengan sakit kepala di salah satu sisi kepala, tiap hari secara terus-menerus dengan intensitas yang naik-turun.

Kadang diiringi dengan gejala mata merah atau berair pada sisi yang terasa sakit dan hidung tersumbat, menurunnya kelopak mata atau pembesaran pupil mata, dan merasa lelah.

Sakit kepala ini umumnya akan menjadi lebih parah dengan munculnya gejala-gejala mirip migrain.

5. Sakit kepala berulang (rebound headaches)

Sakit kepala ini akibat dari penggunaan obat pereda nyeri berlebihan.

Perlakuan akan penggunaan obat sebagai pereda rasa nyeri dalam jangka waktu lama ataupun obat ergotamine untuk mengobati migrain yang dihentikan tiba-tiba, kemungkinan akan memicu sakit kepala rebound.

6. Sakit kepala akibat peningkatan tekanan intrakranial (di dalam rongga kepala)

Diakibatkan dan terjadi oleh tumor otak, kista, atau volume cairan otak yang meningkat sehingga tekanan di kepala meningkat.

Gejalanya bisa berupa sakit kepala yang muncul secara spontan serta diiringi gejala gangguan saraf lain seperti muntah, kejang-kejang, dan gangguan penglihatan.

Akan tetapi, sering kali diawali dengan sakit kepala konstan selama beberapa waktu pada saat tekanan di dalam rongga kepala meningkat secara bertahap sebelum akhirnya menimbulkan gejala-gejala di atas.

7. Sindrom pascatrauma

Sakit kepala terus-menerus kemungkinan terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama setelah mengalami trauma kepala.

8. Sakit kepala akibat usia lanjut

Sering dialami oleh pasien di atas usia 60 tahun, yang dipicu oleh tekanan bola mata yang meningkat atau disebut glaukoma, baru sembuh dari infeksi herpes, penyakit pembuluh darah seperti arteritis sel raksasa, atau alasan psikologis.

Apa yang harus dilakukan?

Gejala Sakit Kepala
Gejala Sakit Kepala | klikdokter.com

Mengatasi sakit kepala terus-menerus, perlu dilakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Hal tersebut diperlukan untuk menentukan pemicu sakit kepala, apakah karena gangguan saraf atau infeksi.

Anda akan dimintai penjelasan tentang riwayat sakit kepala yang dirasakan. Apabila penyebabnya belum jelas, dokter dapat melakukan CT-scan atau MRI.