Gejala Kanker Mulut Rahim dan Cara Mengatasinya

2 min read

Gejala Kanker Mulut Rahim – Kanker mulut rahim atau juga yang biasa disebut dengan kanker serviks, merupakan jenis kanker yang tumbuh dan berkembang di leher rahim seorang wanita, yakni pintu masuk ke rahim dari liang peranakan.

Penyakit ini menyerang mulut rahim terjadi pada wanita pada semua kelompok usia, tetapi kebanyakan sering menyerang wanita yang berusia dari 30 hingga 45 tahun, karena pada usia ini telah aktif melakukan hubungan badan.

Namun dalam beberapa kasus, kanker serviks jarang terjadi pada wanita di bawah usia 25 tahun.

Penyebab dan Gejala Kanker Mulut Rahim

Gejala Kanker Mulut Rahim
Kanker Mulut Rahim | beritagar.id

Kanker mulut rahim terjadi apabila sel-sel abnormal pada leher rahim tumbuh di luar kendali. Leher rahim atau dikenal dengan mulut rahim ini adalah bagian bawah rahim yang terbuka menuju liang peranakan.

Kendati menjadi momok yang mengerikan, kanker ini berhasil diobati ketika ditemukan pada tahap yang sangat dini melalui tes pap smear yang dapat mengamati perubahan pada sel mulut rahim atau serviks sebelum berubah menjadi sel kanker.

Selain pap smear, juga terdapat pemeriksaan HPV yang bertujuan untuk menentukan ada-tidaknya virus HPV yang berisiko dapat menyebabkan kanker pada leher rahim.

Kebanyakan kanker mulut rahim diakibatkan infeksi kronis oleh virus yang disebut human papillomavirus atau HPV. Virus ini didapatkan melalui kontak seksual dengan seseorang yang memiliki virus tersebut.

Infeksi HPV dapat menimbulkan displasia atau pertumbuhan sel-sel abnormal pada mulut rahim atau serviks.

Wanita yang lebih berisiko terkena penyakit ini adalah orang yang bergonta-ganti pasangan, merokok, mengonsumsi pil KB, dan terlibat dalam kontak seksual pada usia dini.

Kanker mulut rahim tahap stadium awal biasanya tidak memiliki gejala. Akan tetapi, ketika kanker telah berkembang dan menyebar ke dalam jaringan di dekatnya, maka gejala umum yang muncul adalah sebagai berikut.

• Pendarahan abnormal pada liang peranakan, seperti perdarahan setelah berhubungan badan, pendarahan setelah menopause, dan bercak antara periode menstruasi.

• Memiliki periode menstruasi yang lebih panjang atau berat dari biasanya dan pendarahan setelah melakukan douching atau setelah pemeriksaan panggul.

• Nyeri saat berhubungan badan.

• Keluarnya debit atau cairan dari liang peranakan yang mungkin mengandung beberapa darah dan dapat terjadi antara periode menstruasi atau setelah menopause.

• Nyeri panggul dan nyeri di perut bagian bawah.

Umumnya, orang dewasa yang telah terinfeksi virus HPV pada beberapa waktu, namun infeksi tersebut bisa hilang dengan sendirinya. Namun, terkadang virus tersebut dapat menyebabkan kutil kelamin atau menyebabkan kanker mulut rahim.

Cara Mengatasi Kanker Mulut Rahim

Kanker Mulut Rahim
Kanker mulut rahim | doktersehat.com

Oleh karena itu, mengapa sangat penting untuk para wanita untuk melakukan pap smear dan pemeriksaan HPV secara rutin dan teratur untuk dapat mencegah terjadinya kanker mulut rahim.

Semakin cepat mengetahui keberadaan kanker mulut rahim, maka semakin besar peluang untuk sembuh. Pengobatan dan perawatan untuk kanker mulut rahim melingkupi operasi, terapi radiasi, dan/atau kemoterapi.

Pilihan pengobatan tersebut bergantung pada ukuran, apakah kanker telah menyebar dan apakah yang bersangkutan masih memiliki rencana untuk hamil atau tidak.

Tindakan Pencegahan Kanker Mulut Rahim

Gejala Kanker Mulut Rahim
Kanker mulut rahim | artria.id

Tindakan untuk mencegah kanker mulut rahim, Anda dapat melakukan vaksin HPV yang bisa melindungi beberapa jenis HPV termasuk beberapa yang menyebabkan kanker.

Seperti melakukan hubungan badan yang aman dengan pasangan yang sah, rutin melakukan skrining serviks/mulut rahim untuk mengidentifikasi adanya perubahan abnormal pada sel-sel mulut rahim pada tahap awal dan menghindari kebiasaan merokok.


Anda disarankan dan dianjurkan jangan menunggu dan membiasakan gejala kanker mulut rahim itu muncul dan berkembang. Jika Anda mengalami beberapa gejala yang telah disebutkan di atas, segera konsultasikan ke dokter.