Faktor Risiko Kanker Ovarium yang Harus Anda Ketahui

1 min read

Kanker Ovarium – Per tahun 2015, kanker ovarium tercatat di urutan kedelapan sebagai penyakit pada perempuan yang paling sering ditemukan di dunia. Kanker ini juga menduduki urutan ketujuh sebagai penyakit yang paling mematikan di dunia bagi perempuan.

Maka dari itu, sudah saatnya bagi perempuan untuk tak tutup mata akan edukasi tentang kanker ovarium ini. Dalam artikel ini, tersusun bagi Anda informasi tentang kanker ovarium yang meliputi faktor risiko, gejala, serta cara mendeteksi penyakit ini sejak dini.

Faktor Risiko Kanker Ovarium

Seperti halnya penyakit kanker lainnya, belum diketahui dengan jelas bagaimana sel kanker dapat tumbuh dalam ovarium. Yang dapat diperkirakan hanyalah faktor-faktor peningkat risiko bagi seorang perempuan terkena kanker mematikan ini. Berikut sejumlah faktor yang dimaksud.

1. Riwayat Keluarga

Faktor Risiko Kanker Ovarium

Memiliki anggota keluarga yang pernah mengidap kanker ovarium, rahim, atau payudara diyakini meningkatkan risiko dibandingkan dengan yang tidak mempunyai riwayat.

2. Usia

Risiko Kanker Ovarium

Perempuan-perempuan di atas usia 50 tahun lebih berisiko terkena kanker ovarium.

3. Menopause dan Melahirkan

Faktor Risiko Kanker Ovarium

Perempuan yang terlambat menopause, belum pernah melahirkan, atau mengalami haid dini mempunyai risiko lebih besar terkena kanker ovarium. Begitu pula dengan perempuan yang belum pernah mengonsumi pil kontrasepsi.

4. Riwayat Kesehatan

Risiko Kanker Ovarium

Pernah bermasalah dengan ginekologi, semacam endometrium atau kista di ovarium juga meningkatkan risiko kanker tersebut.

5. Pola Hidup Tidak Sehat

Risiko Kanker Ovarium

Kebiasaan buruk merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, jarang aktif bergerak, atau obesitas diyakini juga dapat membuat risiko terkena kanker ovarium lebih besar.

Gejala Kanker Ovarium

Adapun gejala-gejalanya adalah:

1. Perut Bengkak atau Kembung

Ini merupakan gejala umum dari kanker ovarium dan beberapa jenis penyakit lain. Jika Anda juga mengalami pembengkakan pada perut, segera konsultasikan dengan dokter tanpa menunggu gejala lainnya muncul.

2. Pencernaan Terganggu

Tanda peringatan lain dari perut adalah sembelit, kebiasaan buang air besar berubah, dan kejang otot atau kram.

3. Nyeri Panggul dan Punggung

Waspadai nyeri panggul dan punggung bagian bawah yang sering dan tanpa sebab. Nyeri pada kedua area tersebut dapat menjadi penanda penting dari penyakit ini.

4. Frekuensi Buang Air Kecil Terlalu Sering

Terlalu sering buang air kecil dan nyaris tak dapat mengontrolnya bisa jadi menandakan sesuatu. Apalagi jika tanda-tanda ini disertai dengan rasa panas atau perih ketika buang air kecil.

5. Berat Badan Menurun

Jangan merasa senang dengan penurunan berat badan berlebih, karena hal tersebut bukanlah hal yang wajar. Terlebih lagi, jika turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas.

6. Keletihan

Sering merasa lelah dan tidak berenergi menandakan terjadi sesuatu yang salah dalah tubuh.

7. Sakit Ketika Berhubungan Badan

Tidak dapat menikmati bahkan cenderung kesakitan saat berhubungan adalah gejala lain yang umum dari sakit kanker ovarium. Anda wajib mencurigai gejala ini sejak kali pertama merasakannya.

Deteksi Dini Kanker Ovarium

Risiko Kanker Ovarium

Sifatnya memang mematikan, tetapi kanker ovarium bukan penyakit yang tak bisa dideteksi. Strateginya adalah sadari jika ada perubahan yang terjadi dalam diri. Utamanya yang berhubungan dengan gejala yang telah disebutkan di atas.

Lakukan pemeriksaan fisik secara berkala yang meliputi USG dan tes darah setiap enam bulan sekali dalam upaya mengembangkan metode deteksi dini dan pencegahan kanker ovarium.

Di samping itu, terapkan pula gaya hidup sehat seperti mengasup buah dan sayuran, rutin berolahraga, mengontrol berat badan dalam batas normal, serta belajar tentang manajemen stres.


Dengan mengetahui faktor risiko dan strategi deteksi dini di atas, semoga semakin banyak perempuan di seluruh dunia yang terhindar dari penyakit kanker ovarium ini. Hal yang terpenting, tetap melakukan olahraga dan waspada terhadap kondisi kesehatan diri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *