Ciri-Ciri Penyakit DBD dan Pencegahannya

1 min read

Ciri-Ciri Penyakit DBD – Demam berdarah merupakan penyakit infeksi yang diakibatkan oleh virus dengue. Ciri ciri penyakit DBD ditandai dengan pendarahan dari hidung, mulut atau gusi, nyeri perut terus menerus, sering muntah, sesak napas, kulit terasa dingin, dan pucat.

Virus dengue membawa dua bentuk penyakit, yaitu demam dengue (DD) dan demam berdarah dengue (DBD). DBD merupakan komplikasi yang lebih buruk dari demam dengue.

Penyebab demam ini adalah gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. DD maupun DBD berlangsung selama 6 hingga 7 hari. Hari 1–2 demam tinggi, kemudian hari 3–4 turun, dan naik lagi di hari ke 5–6.

Ciri-Ciri Penyakit DBD


Ada beberapa ciri-ciri DBD yang jarang disadari karena hampir serupa dengan gejala demam biasa, yaitu sebagai berikut.

1. Nafsu Makan Menurun

Nafsu makan menurun disertai nyeri otot dan masalah pencernaan hingga menyebabkan tubuh kelelahan karena kurang asupan makanan.

2. Demam Tinggi Mendadak

Demam mendadak hingga mencapai 40º C. Demam tidak disertai flu dan batuk serta berlangsung selama 2–7 hari.

3. Sakit Kepala dan Bagian Belakang Mata

Sakit kepala pada umumnya menyerang area sekitar dahi. Namun pada DBD, sakit kepala disertai nyeri pada bagian belakang mata.

4. Mual dan Muntah

Mual dan muntah serta rasa tidak nyaman pada punggung dan perut menyertai gejala DBD selama 2 hingga 4 hari.

5. Nyeri Otot

Nyeri otot disertai nyeri sendi, berkeringat, dan menggigil bisa jadi merupakan tanda DBD.

Jika ciri-ciri tersebut terjadi, periksakan ke dokter. Biasanya akan dilakukan pemeriksaan fisik dan tes darah untuk memastikan.

Fase Demam Berdarah

Penyakit DBD
Penyakit DBD | hellosehat.com

Agar Anda lebih mewaspadai demam berdarah dengue, perhatikan fase-fase penyakit tersebut berikut ini.

1. Fase Demam

Fase ini ditandai dengan demam dalam waktu 5–7 hari. Gejala yang dirasakan, yaitu demam tinggi, nyeri pada bagian belakang mata, mual, muntah, dan pusing. Biasanya trombosit dapat menurun tajam pada fase demam selama 2-3 hari.

2. Fase Kritis

Fase kritis terjadi ketika suhu tubuh mulai turun. Pada fase ini kemungkinan terjadi kebocoran plasma darah yang dapat berpotensi merenggut nyawa penderita. Durasi fase kritis dapat berlangsung selama 24–48 jam pada 3–7 hari sejak demam.

Ketika memasuki fase kritis, cairan tubuh harus dipantau agar tidak kelebihan atau kekurangan. Pemantauan oleh dokter umumnya lebih ketat hingga masuk ke masa penyembuhan.

3. Fase Penyembuhan

Setelah melalui masa kritis, penderita DBD akan mengalami fase penyembuhan. Pada fase yang terjadi sekitar 48–72 jam setelah kritis ini, cairan dari luar pembuluh darah akan masuk kembali ke dalam pembuluh darah.

Oleh sebab itu, cairan tubuh harus kembali dipantau agar seimbang. Jika keseimbangan cairan baik, kondisi tubuh penderita pun semakin baik ditandai dengan meningkatnya selera makan dan lebih aktif.

Setiap pasien DBD mengalami jangka waktu fase yang berbeda-beda. Yang terpenting adalah selalu mengikuti anjuran dokter agar lekas sembuh.

Pencegahan Demam Berdarah

Ciri-Ciri Penyakit DBD
Penyakit DBD | hellosehat.com

Demam berdarah dapat dicegah melalui pemberian vaksin dengue pada anak usia 9–16 tahun sebanyak 3 kali dengan jarak 6 bulan. Selain vaksin, DBD dapat dicegah dengan gerakan pemberantasan sarang nyamuk.

Pemberantasan bisa menggunakan semprotan insektisida dan pengasapan untuk membunuh jentik-jentik nyamuk.

Lakukan juga pembersihan dan tutup rapat tempat penampungan air. Singkirkan barang yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Selain itu, pasang kawat anti nyamuk pada ventilasi rumah, taburkan bubuk abate pada tempat air yang susah dikuras, tanam tumbuhan pengusir nyamuk, serta jaga kebersihan di dalam rumah.


Demikian ulasan mengenai ciri-ciri penyakit DBD yang wajib Anda ketahui. Semoga informasi tersebut menambah kesadaran Anda untuk mencegah terjangkitnya penyakit ini.