5 Ciri-Ciri Kanker Rahim yang Wajib Diwaspadai Sejak Dini

1 min read

Ciri-Ciri Kanker Rahim – Kanker rahim menjadi salah satu penyakit yang paling ditakuti wanita karena dapat mengganggu fungsi reproduksinya. Sudah seharusnya setiap wanita mengenal penyebab dan ciri-ciri kanker rahim agar bisa melakukan tindakan pencegahan dan pengobatan yang tepat.

Bahaya Kanker Rahim

Ciri-Ciri Kanker Rahim

Kanker rahim adalah jenis kanker yang menyerang sel-sel yang membentuk dinding rahim sehingga disebut juga kanker endometrium. Meski jarang, kanker juga bisa menyerang otot di sekitar rahim. Selain mengganggu fungsi reproduksi, kanker rahim sangat berbahaya karena:

  • Merupakan salah satu jenis kanker yang paling banyak menyebabkan kematian.
  • Sangat mudah menyebar sehingga memungkinkan penderitanya menderita kanker pada organ tubuh yang lain.

5 Ciri-ciri Kanker Rahim yang Perlu Diwaspadai

Ciri-Ciri Kanker Rahim

Penyebab kanker rahim hingga saat ini tidak diketahui secara pasti, tetapi penyakit ini bisa dikenali dari gejala-gejalanya. Anda harus segera waspada jika merasakan ciri-ciri kanker rahim, yaitu:

  • Terjadi pendarahan pada vagina yang tidak normal, seperti keluarnya darah di luar siklus menstruasi atau setelah menopause.
  • Area panggul dan perut terasa sakit.
  • Berat badan turun secara drastis.
  • Timbul rasa nyeri saat buang air kecil dan berhubungan intim.

Setelah mendeteksi adanya kanker rahim, dokter akan menentukan stadium kanker endometrium yang menyerang. Berdasarkan tingkat penyebarannya, kanker endometrium bisa digolongkan dalam 4 stadium, yaitu:

  • Stadium 1: kanker hanya menyerang bagian dalam rahim.
  • Stadium 2: kanker mulai menyebar ke bagian leher rahim (serviks).
  • Stadium 3: kanker sudah menyebar ke luar area rahim, yaitu kelenjar getah bening panggul.
  • Stadium 4: kanker sudah menyerang kandung kemih, usus besar, bahkan ke organ lain.

Pengobatan Kanker Rahim

Ciri-Ciri Kanker Serviks

Pada umumnya, jenis pengobatan kanker rahim tergantung pada beberapa faktor, yaitu stadium atau tingkat penyebaran sel kanker, kondisi kesehatan pasien secara umum, tipe kanker dan ukuran tumor, serta lokasi kanker.
Beberapa langkah pengobatan yang biasa dilakukan untuk mengatasi kanker rahim adalah:

  • Operasi: dilakukan untuk kanker stadium awal dan sangat efektif untuk menangani kanker rahim.
  • Histerektomi: tindakan pengangkatan rahim dengan risiko penderita tidak dapat hamil.
  • Salpingo-oophorectomy: pengangkatan indung telur dan saluran sel telur dengan risiko sama, yaitu tidak bisa hamil.
  • Kemoterapi: menggunakan obat-obatan yang dapat membunuh dan mencegah penyebaran sel kanker, biasanya dilakukan untuk kanker stadium 3 dan 4.
  • Radioterapi: menggunakan pancaran energi tinggi untuk menghancurkan sel kanker, baik eskternal (menggunakan mesin) maupun internal (menempatkan bahan radioaktif dalam vagina). Radioterapi dilakukan bersamaan dengan pengobatan lain, seperti kemoterapi.
  • Terapi Hormon: menggunakan obat yang memengaruhi kadar hormon, dilakukan pada penderita kanker stadium lanjut. Caranya dengan meningkatkan hormon progesterone atau menurunkan hormon estrogen.

Pencegahan Kanker Rahim

Ciri-Ciri Kanker Rahim

Karena penyebabnya tidak diketahui dengan jelas, kanker rahim sering kali tidak bisa dicegah. Namun, Anda bisa melakukan upaya-upaya untuk menurunkan risikonya, yaitu:

  • Melakukan pemeriksaan organ reproduksi secara rutin, misalnya pap smear.
  • Menggunakan alat pil KB minimal selama 1 tahun untuk mengurangi risiko kanker rahim.
  • Menjaga berat badan ideal karea risiko kanker rahim akan meningkat pada orang yang obesitas.
  • Berolahraga secara rutin, paling sedikit 30 menit setiap hari.
  • Diskusikan dengan dokter mengenai risiko terapi hormon setelah menopause.

Risiko Kanker Rahim

Ciri-Ciri Kanker Rahim

Kanker rahim bisa menyebabkan gangguan pada organ lain, baik disebabkan oleh kankernya sendiri maupun efek pengobatan. Beberapa risiko kanker rahim yang mungkin terjadi adalah:

  • Anemia: disebabkan pendarah vagina yang berlangsung lama.
  • Rahim robek: bisa terjadi selama tindakan biopsi endometrium atau kuret.
  • Efek samping kemoterapi dan radioterapi: mual, muntah, nafsu makan hilang, sulit BAB, rambut rontok, dan ruam kulit.

Begitu pentingnya fungsi rahim sebagai organ reproduksi membuat setiap wanita harus senantiasa waspada. Semakin dini ciri-ciri kanker rahim terdeteksi, semakin besar kemungkinan rahim dan hidup penderita untuk diselamatkan.

Ciri-Ciri Penyakit Kanker yang Patut Diketahui

Ciri-Ciri Penyakit Kanker – Sebelum timbul gejala yang menjadi ciri-ciri penyakit kanker, terdapat pertumbuhan sel-sel abnormal yang tidak terkendali, yang menyebabkan jaringan tubuh normal...
Moh Hisyam
2 min read

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *